Sebuah tim penyusun bahan ajar bahasa Indonesia untuk siswa SMA sedang merancang modul tentang kelas kata. Dalam rapat penyusunan, mereka menemukan kalimat berikut sebagai bahan contoh:

“Aduhai, tiga puluh sang pemenang lomba itu menghadiahkan buku kepada para siswa dari sekolah tetangga, dan hadiah itu sangat berharga.”

Seorang anggota tim, seorang pakar morfologi, menegaskan bahwa berdasarkan valensi sintaktisnya (kemampuan sebuah kata untuk berpasangan dengan unsur lain dalam kalimat), kelas kata dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi empat kelas kata utama — verba, nomina, adjektiva, numeralia — dan satu kelompok kata tugas yang terdiri atas preposisi, konjungtor, interjeksi, artikula, dan partikel penegas.

Pakar tersebut lalu memandu tim menganalisis kalimat contoh secara lebih cermat: